Baca yang lainnya

MATERI KIMIA DASAR 1 PERTEMUAN 9, 10, 11 STOIKIOMETRI (PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI)



A.    Konsep dasar stoikiometri
Istilah stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoicheon yang berarti unsur dan metron yang berarti pengukuran. Jadi, stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari hubungan kuantitatif antara pereaksi dan produk dalam reaksi. Stoikiometri dapat dikatakan pula sebagai hitungan kimia.
Stoikiometri reaksi adalah penentuan perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa dalam pembentukan senyawanya. Pada perhitungan kimia secara stoikiometri, biasanya diperlukan hukum-hukum dasar ilmu kimia.

 1.      Hukum-hukum dasar kimia
Ilmu kimia adalah ilmu yang berlandaskan pada eksperimen. Jika dari sejumlah eksperimen diperoleh hasil yang sama maka keteraturan ini dapat diungkapkan dalam pernyataan singkat dan disebut hukum. Jadi, hukum adalah keteraturan yang diperoleh dari hasil eksperimen. Adapun hukum-hukum dasar ilmu kimia adalah sebagai berikut:
a.       Hukum Lavoiser disebut juga Hukum Kekekalan Massa (1783)
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan). Secara ringkas hukum kekekalan massa dapat diungkapkan :

Massa zat sebelum dan sedudah reaksi selalu sama 

Contoh :

1. Magnesium     +    klor    à  Magnesium klorida
     1,0 g                 2,9 g                 3,9 g

2. Pada wadah tertutup, 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen, menghasilkan kalsium oksida. Jika massa kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5,6 gram, maka berapa massa oksigen yang diperlukan?
Jawab :
massa Ca = 4 gram
massa CaO = 5,6 gram
massa O 2 = ..?
Berdasarkan hukum kekekalan massa :
Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi
massa Ca + massa O 2 = massa CaO
massa O 2 = massa CaO - massa Ca
    = (5,6 – 4,0) gram
   
= 1,6 gram
Jadi, massa oksigen yang diperlukan adalah 1,6 gram.

b.      Hukum Perbandingan Tetap (Proust – 1799)
Pada tahun 1799 seorang pakar kimia bernama Joseph Louis Proust melakukan sederet percobaan mengenai perbandingan jumlah zat-zat yang bereaksi. Misalnya, ,pada pembentukan senyawa natrium klorida dari unsur-unsurnya, perbandingan jumlah natrium dan klorin dalam suatu reaksi selalu tetap, yaitu 39,0% natrium dan 61,0% klor. Demikian pula untuk reaksi kimia yang lain, seperti pada molekul air, perbandingan atom hidrogen dan atom oksigen yang membentuk molekul air selalu tetap, yaitu hidrogen : oksigen = 1 : 8, atau 11,11% hidrogen dan 88,89% oksigen. Pada reaksi pembentukan besi sulfida, perbandingan jumlah besi dan sulfur dalam besi sulfide selalu 7 : 4 atau 63,64% besi dan 36,365% sulfur. Selain itu, pada reaksi karbon + oksigen  à  karbon dioksida, perbandingan jumlah karbon dan oksigen selalu 3 : 8 atau 27,27% karbon dan 72,73% oksigen. Selengkapnya silahkan download file di sini. Setelah itu file tugas silahkan download di sini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan komen di sini

Google Hacking